TV-Series | ulasan film

Strike, Pembunuhan dan Pembuktian Seorang Veteran

May 23, 2018
  • Tayang Perdana:  27 Agustus 2017
  • Network : BBC One
  • Pemain: Tom Burke, Holliday Grainger, Kerr Logan
  • Genre: Kriminal, drama, Misteri
  • Episode: 7
  • Rating: 7.9

Akhirnya penantian untuk menyaksikan kepiawaian detektif London yang timpang ini terpenuhi juga. Film seri yang berjudul cukup singkat ini sangat ditunggu oleh kalangan pecinta buku karangan Robert Galbraith alias JK Rowling dan sangat mencekam bila kita membaca novelnya.

Memang untuk mengangkat cerita novel ke layar lebar sebaiknya tak perlu dibanding-bandingkan. Mungkin yang menjadi harapan para pembaca hanyalah siapa yang akan memerankan tokoh detektif Cormoran Strike dan siapa yang akan menjadi sekeretarisnya, Robin Elacott.

Biasanya saya tidak terlalu berharap banyak dengan siapa yang memerankannya, namun untuk kali ini saya setuju dengan pemilihan tokohnya karena menurut saya, tak mudah mencari  sosok yang tinggi besar dan kusut sesuai dengan karakter yang saya tangkap setelah membaca novelnya.

Saya sendiri lebih penasaran dengan situasi, latar cerita serta tokoh-tokoh untuk masing-masing cerita. Dalam novelnya pengarang secara jelas dan detail menceritakan kebiasaan dan situasi mulai dari bangun tidur, sarapan di kafe terdekat, mandi di tempat lain atau sekadar menyelinap mengejar orang yang dicurigai melintasi jalanan kota London. Dalam Cuckoo Calling, pengenalan yang simpatik bagi keduanya dibawakan dengan pas sesuai novel.

Rasa penasaran akan bagaimana suatu kasus diselesaikan melalui medium visual membuat saya bisa kompromi akan berbagai hal yang berbeda. Abaikan saja penampilan tokoh-tokohnya karena sebenarnya yang lebih penting adalah alur atau plot serta acara jalan-jalannya dalam rangka menggali dan mengejar tokoh yang dicurigai.

Ekspektasi yang tinggi melalui media film sepertinya membuat  film seri  ini begitu cepat ditonton dan lumayan banyak diunduh. Banyak yang ingin menyaksikan bagaimana sebuah kasus yang pelik itu dibedah dan dijabarkan melalui bahasa gambar.

Berlainan dengan novelnya yang sangat detail, rinci dan menegangkan di mana setiap langkah yang dilakukan oleh Cormoran selalu menimbulkan dua konsekuensi yaitu berhasil atau tidak, lancar atau tidak, jatuh korban atau tidak dalam melakukan penyelidikan, maka sebagai penonton kita hanya ingin menyaksikan, dan bagaimana dua tokoh sentral itu berinteraksi. Pada Silkworm, adegan  pembunuhannya cukup menggetarkan, namun di episode ini keduanya makin akrab dan dilukiskan sangat rinci.

(Baca : Career of Evil )

Dari semuanya, adegan yang paling penting adalah sepak terjang dan hubungan kimiawi yang muncul di antara mereka berdua; Cormoran dan sekretarisnya, Robin. Dalam Career of Evil Part 1 dan 2, perjalanan ke pedesaan justru seakan membangkitkan harapan akan terjalinnya hubungan yang lebih pribadi. Alih-alih semakin erat, pengarang justru memunculkan aroma kecemburuan sebagai bumbu yang coba dimunculkan. Namun secara keseluruhan alurnya enak diikuti meskipun ada sedikit kilas balik saat bertemu dengan sang Ayah yang mantan superstar.

Saat menonton adalah saat yang menyenangkan karena bagaimanapun sebuah kisah yang dituang ke dalam penggambaran yang gak jauh berbeda dari buku itu mampu dilukiskan dengan pas.

Silakan komentar

%d bloggers like this: