Susah Payah Lagi Berburu Tiket Mudik 2017

Kalau dibilang tahun ini sulit sekali untuk berburu tiket mudik, itu memang benar sekali.  Selain makin selektifnya orang untuk memilih perjalanan yang aman dan nyaman, juga akibat peristiwa yang terjadi setahun yang lalu. Saat itu banyak orang  yang memilih naik kendaraan pribadi terjebak berbelas jam di tol Brexit.  Sungguh mengenaskan karena untuk merayakan hari raya orang dipaksa untuk menghabiskan waktu terbuang di jalanan.

Mungkin karena itulah, ada yang tahun ini berniat mudik dengan  menggunakan moda transportasi lain  entah memakai pesawat atau kereta yang nyaman. Ini hanya asumsi saja namun bisa jadi demikian karena tahun ini saya merasa mengalami sulitnya mencari tiket kereta baik yang reguler ataupun eksekutif sekalipun.

Tahun lalu meskipun kita juga sikut-sikutan dan begadang memelototi  situs kereta demi memperoleh tiket,  tak lama sekitar pukul 02.00 -an kita sudah mendapat tiket sekaligus kode bookingnya. Pengikut garis keras pun melakukan berbagai cara dari mulai nongkrong di Indomaret hingga meminta bantuan joki dengan imbalan beberapa persen dari harga tiket.

(Baca: Jatuh Bangun Berburu Tiket Lebaran).

Saya juga adalah’ die harder‘ untuk perburuan ini.  Ada perbedaan signifikan dalam mencari tiket saat ini dan yang menonjol di  tahun ini adalah  setelah tahap mendapat kursi dan membayarnya,  kita masih harus menanti keluarnya kode booking yang memakan waktu hingga pukul 12 siang. Bayangkan, betapa ketat dan lamanya. Saya menduga, kali ini pasti banyak sekali  yang ingin menaiki kereta sehingga  permintaan  tiket menjadi sangat melonjak dan saling berebut. Apalagi setelah PT KAI merilis dijualnya tiket tambahan justru jauh dari waktu yang biasanya diadakan yaitu pada H-60. PT KAI malah menebar tiket hanya pada hari itu ( Minggu, 16 April 2017) untuk seluruh jurusan. Bisa dibayangkan betapa membludaknya pesanan tiket dan sibuknya lalu lintas internet saat itu.

Saya sudah berusaha memesan yang reguler demi memperkecil pengeluaran, namun apa daya seluruh tiket telah  habis dalam waktu kurang dari setengah jam. Mau tak mau saya harus beralih ke kelas eksekutifnya. Di kelas ini awalnya tak terlalu heboh karena selain PT KAI menyediakan sepuluh gerbong untuk setiap jurusan, namun tumpahan dari calon penumpang yang tak kebagian di kelas reguler disinyalir makin menambah kerasnya sikut-sikutan.

Yang jelas pemesanan tahun ini sangat sulit baik yang sekali jalan atau yang pulang pergi.

Seperti tahun lalu saya masih mengandalkan joki yang sama dan berkomunikasi hanya melalui WA saja. Saya sudah mempercayainya dan memang meskipun tak pernah tatap muka, hasilnya memuaskan.

Disamping adanya perburuan tiket yang sangat ketat, saya merasa inilah suka dukanya dalam meraih keinginan yang berhubungan dengan mudik. Saat berebut tiket yang reguler, saya merasa semua orang memang berhak untuk memperoleh kenyamanan dalam perjalanan. Semua sudah dirancang dengan adil yang ditentukan oleh akses internet, bukan faktor lain. Apabila gagal, kita dipaksa untuk tidak menyerah dan mencari alternatif lain. Kita harus mencoba sekali lagi  meskipun dengan harga yang lebih mahal.

Syukurlah kami mendapat tiket meskipun dengan posisi tempat duduk yang terpisah-pisah. Well, apa boleh buat daripada tidak bisa mudik dengan kereta, ya ‘kan? Terlebih lagi waktu keberangkatannya memang sangat strategis dan pas sekali dengan awal cuti bersama. Posisi tanggal yang bagus ini membuat berbondong-bondongnya calon penumpang memesan di jam dan hari yang sama.

Kehebohannya sih memang masih lama, namun strategi  dijualnya tiket jauh-jauh bulan telah memberi dampak positif juga bagi kita. Salah satunya adalah pada saat bulan puasa dan menjelang hari H-nya mudik, kita tak perlu dipusingkan lagi oleh pembelian tiket, baik yang sekali jalan atau yang pulang pergi. Seluruhnya sudah bisa dipesan pada saat sekarang ini. Secara rohani pikiran jadi tenang karena sudah memegang tiket.

Dengan demikian kita bisa beribadah dengan khusyu dan memikirkan hal lainnya.

 

4 Comments Add yours

  1. matureorchid says:

    Selamat berpuasa

  2. Seperti biasa, lebaran mudik ke rumah mertua aja yang gak macet hehehe

    1. Erna says:

      Wah pasti jaraknya dekat ya?

Silakan komentar