Syukurilah Keadaan Kita

on

syukur

Syukurilah nasib Anda, maka nasib Anda akan memberkahi Anda…jika Anda mensyukuri suatu situasi, maka situasi itu tidak akan mempunyai kekuatan untuk menyakiti Anda dan bahkan kalaupun dia pada suatu saat berpengaruh sangat buruk, pengaruh itu perlahan-lahan akan memudar dan menghilang kalau Anda dengan tulus mensyukurinya.

-Emmet Fox

Setelah menerima keadaan kita saat ini seperti apa pun kondisinya, kita harus belajar untuk mensyukurinya. Benar. Mensyukuri penderitaan, bisa gak sih?

Biasanya kita tidak tahu mengapa sesuatu terjadi pada kita dan tak akan menyadarinya sampai kita mengambil jarak yang cukup dan menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang.  Bagaimanapun, mensyukuri apa pun yang terjadi merupakan penyerahan diri secara spiritual yang dapat mengubah situasi penuh cobaan menjadi kondisi yang lebih baik.

Mensyukuri apa pun yang terjadi dalam hidup  juga mengajari kita untuk bersikap matang, dewasa, penuh perhitungan dan percaya diri. Apa pun akan terasa baik-baik saja karena kita telah belajar menemui kepahitan dan menerimanya dengan tegar.  Belajar bersyukur seakan menjadi nyanyian rutin.

Jika kita sakit atau lebih dalam memahami pelajaran  hidup melalui ujian  dan cobaan, sikap mensyukuri kesulitan-kesulitan akan menunjukkan pada diri kita bahwa ada jalan yang lebih baik dan tulus.

Saya baru saja sembuh dari sakit gigi. Sakit yang benar-benar menguras pikiran, waktu, tenaga sekaligus…kantong. Hari-hari dilalui dengan  penderitaan  dan bagaimana cara terbaik untuk mengakhiri rasa senut-senut yang ditimbulkan oleh geraham ini.  Berbagai upaya dilakukan mulai dari minum obat warung, obat apotek, ke Puskesmas namun tak ada hasil, hingga solusi akhirnya lari ke klinik gigi dengan risiko ongkos berobat mahal dan tidak  ada biaya penggantian dari kantor. Sialnya saya pun belum bisa pakai BPJS,

Akhirnya saya putuskan untuk merogoh kantong lebih dalam demi kesembuhan. Saya relakan gigi geraham terlepas dari gusi saya. Saya akhirnya sembuh, bebas makan dan tidur nyenyak. That’s it.

Dalam menjalani hari-hari penyembuhan kadang timbul rasa gamang, ‘Mengapa saya tertimpa sakit seperti ini?’ ‘Mengapa saya harus mengalami situasi begini?’ ‘Mengapa…

Namun begitu penderitaan saya usai, saya mampu memandang bahwa sakit gigi tidak apa-apanya dibanding yang lain. Ada banyak sekali kesulitan yang membelenggu orang lain yang lebih berat  dibanding yang saya alami. Ada sekian banyak  gangguan kesehatan yang dialami orang lain  dengan beban tanggungan yang besar. Saya ini mungkin tak ada apa-apanya. Saya masih memiliki penghasilan, pekerjaan,  teman dan keluarga yang mampu membuat saya  tertawa setiap hari.

Keyakinan akan sesuatu yang baik ini akan mengundang banyak berkat ke dalam hidup sehari-hari.  Karunia tak datang sendirian. Mulailah menghitung karunia yang sudah kita terima. Banyak sekali karunia yang kita dapati tetapi di tengah kesibukan hidup kita sehari-hari, kita tak mensyukurinya bahkan mengakuinya.

 

 

5 Comments Add yours

  1. Geraham bawah kanan saya sudah lama sekali dicabut 😀 . Alasannya bosan bolak balik tambal gigi. Setelah dicabut bebas masalah sakit gigi 😆 .

    1. Ernawati says:

      Masalah kita sama rupanya ya, harus ‘melepas’ geraham selamanya 🙂

      1. iya jadi ompong deh, awal2nya rasanya aneh sih, tp skrg sdh biasa ompong haha.

Silakan komentar