Tak mungkin lupa

on

Akhir-akhir ini saya lagi senang mendengarkan lagu-lagu tempo dulu. Ya, lagu-lagu yang beredar sekitar tahun  70-an, kira-kira saat saya masih kecil, antara belum bisa baca-tulis hingga saat saya sudah mulai bersekolah. Pada masa itu, kuping saya sudah banyak menyerap lagu-lagu dewasa yang sedang hit, misalnya lagunya Titik Puspa, Franky-Jane, Eddy Silitonga, Bob Tutupoli, Ellya Kadam, Lilis Suryani selain juga lagunya Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet idola anak-anak saat itu. Saya tergelitik untuk mencari lagu-lagu jadul ini karena ketika saya mendengarkan lagu itu, tiba-tiba ingatan saya melayang kembali ke masa kanak-kanak yang menyenangkan.

Sebenarnya bukan karena lirik lagu itu yang membuat saya teringat, namun muatan kenangan yang tersimpan di dalamnya yang mampu membawa saya sejenak mengingat masa-masa itu. Pasti mereka yang lahir tahun 68-70an akan merasakan hal yang sama, sembari main bersama teman-teman sebaya di rumah tetangga, menyenandungkan  salah satu lagunya Eddy Silitonga yang berjudul ‘Jatuh Cinta’ misalnya. Padahal untuk anak usia 5-6 tahun pastilah tidak tahu apa makna lagu tersebut.

Saat saya browsing lagu, terikut pula lagu-lagu tempo dulu yang makin mengingatkan saya pada kenangannya. Ada lagunya Grace Simon berjudul Cinta putih yang hingga kini syair lagunya seperti tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Puitis, tidak cengeng, dan tidak mendayu-dayu, lalu coba dengarkan pula lagunya Chrisye berjudul Sabda Alam. Puitis, indah sekali dan menembus jaman. Saya tidak akan membandingkan dengan lagu pada masa sekarang karena musik memang mewakili jamannya. Tak mungkin kita akan kembali seperti di masa lalu, dan tak mungkin juga musik tahun 70an bisa melompat 2-3 dekade berikutnya demi menyamai perkembangan musik yang sekarang bukan?

Masing-masing ada wakilnya. Tahun 70-an saya ingat pernah mendengar lagu-lagunya Mamik Slamet, Bob Tutupoli, Lex Trio, Tety Kadi, D’Lloyd, Panbers, Rhoma Irama bahkan saya ingat dengan duo grup wanita bernama Patty Bersaudara!

Lalu, tahun 80an saya ingat pernah dengar lagu-lagunya Atiek CB, Tri Utami, Utha Likumahuwa, Tito Sumarsono, Neno Warisman, Andi Meriem Matalatta. Tahun 90an saya ingat lagu-lagunya Fariz RM, Indra Lesmana, Andre Hehanusa, atau Dewa 19.

Kalau mengenai daya ingat  tahun 70an, saya kira peran yang tak bisa dilupakan adalah media di masa itu, TVRI. Media yang satu ini begitu besar kontribusinya dalam hal menyuguhkan hiburan musik. Meskipun belum ada video clip, cukuplah bila kita bisa menyaksikan penyanyinya berdendang secara lypsinc diiringi pemain bandnya. Bagi anak-anak, saat itu menonton siaran musik hanyalah sekedar menonton. Namun, yang tadinya sekedar menonton, lama kelamaan syair, irama, bahkan sosok penyanyinya akan meresap, mengendap dan membekas hingga dewasa.

Silakan komentar