jalan-jalan | shopping

Tempat Oleh-Oleh Bali: Krisna, Arjuna atau Sukawati?

January 16, 2018

Selama mengunjungi Bali, mustahil kita tak mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang. Pasti kita ingin membawa buah tangan entah berupa penganan atau hanya sekadar cindera mata berupa t-shirt bertuliskan ‘Bali’. Dan bila ke Bali, sudah tentu akan banyak sekali jenis-jenis cindera matanya. Ada patung, ukiran kayu, penganan khas Bali, sandal, sepatu, topi, gantungan kunci, ikat kepala dan masih banyak lagi.

Mungkin kalau didata akan banyak sekali jumlahnya dan malah membingungkan. Apalagi bila ada yang sudah minta titip beli anu yang lokasinya di anu,  wah, kita pasti akan semakin  pusing kepala. Alih-alih ingin menikmati liburan dengan bebas, namun  pikiran justru dibebani oleh cindera mata yang harus dibeli. Liburan menjadi agak tersendat dan ‘berat’ karena harus mengusahakan oleh-oleh itu terbawa di pesawat bukan?

Pengalaman saya sendiri biasanya kalau ada yang meminta oleh-oleh, ya diiyakan saja. Perkara nanti barangnya ada atau tidak itu urusan nanti. Kebetulan saat mengunjungi Bali, pemandu kami Pak Wayan sudah memberikan beberapa pilihan tempat oleh-oleh yang sekiranya bisa dijadikan acuan untuk berbelanja.

Berikut pengalaman pribadi mendatangi tiga pusat oleh-oleh di Bali yang menurut awam (seperti saya) sudah cukup memadai:

Pusat Oleh-oleh Krisna

Pusat oleh-oleh ini ada di beberapa tempat. Ada yang lokasinya di dekat bandara dan ada yang agak jauh di kota. Dan isinya lengkap banget. Kalau kita ke sana, segala macam barang dari mulai ukuran pernak-pernik hingga benda seukuran bantal guling besar tersedia di sini. Gedungnya pun sangat besar dan luas mirip hangar pesawat mungkin, 🙂  sehingga kemungkinan berdesak-desakkan atau senggol-senggolan kayaknya gak akan terjadi.

Lokasi yang saya datangi berada dekat sekali dengan bandara I Gusti Ngurah Rai. Jadi strategis sekali terutama bagi mereka yang tak ingin jauh-jauh dari bandara dan takut tertinggal pesawat. Selesai belanja lalu langsung cus!

 

Coba saja cari mulai dari penganan semacam kripik, pie yang dikemas dalam plastik, kaus Bali untuk ukuran apa saja, bahkan mukena Bali dengan warna-warni ceria ada di tempat ini. Saya yang baru pertama kalinya ke tempat ini cukup dibuat bingung awalnya karena ketersediaan barangnya yang banyak dengan ruangan yang cukup luas untuk menampung kotak-kotak besar berisi oleh-oleh segala rupa. Serasa menyusuri swalayan namun yang dijual hanya untuk oleh-oleh saja.

Kalau mengunjungi Krisna, tips dari saya, buatlah daftar oleh-oleh yang benar-benar akan dibeli karena kalau tidak pasti dompet akan tambah jebol 🙂

Pusat Oleh-oleh Arjuna

Ini juga tempat oleh-oleh yang direkomendasikan oleh pemandu saya selama di Bali dan memang tempat ini bisa dijadikan alternatif apabila ada barang yang tidak ditemukan di tempat lain.

Kesan saya saat mendatangi tempat ini, barang-barangnya juga cukup lengkap dan ditata sangat rapi. Dengan pembagian item yang jelas sehingga pengunjung bisa langsung mencari dan menemukan apa yang dibutuhkan. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama khusus pernak-pernik, lantai dua untuk garmen saja semisal t-shirt, celana, pakaian, dll.

Kalau disuruh memilih rasanya sulit karena masing-masing memiliki kelebihan. Untuk lebih jelasnya bisa langsung Google saja karena kedua tempat ini memang paling sering direkomendasikan.

 

Pusat Oleh-oleh Sukawati

Nah ini adalah pusat oleh-oleh yang paling heboh di seantero Bali.  Ya tempatnya, ya pedagangnya, ya pembelinya. Bila Anda sampai terdampar di  pasar ini jangan lupa untuk menguasai jurus tawar menawar untuk setiap barang yang ditaksir. Mungkin karena nama beken pasar ini yang sudah mendunia jadi mental pedagangnya pun sudah ‘terasah’ dengan baik. Tinggal pintar-pintar kita saja untuk memainkan harga.

Kalau masalah barang yang dijual, bisa diadu dengan kedua pusat oleh-oleh sebelumnya, namun perlu berlelah-lelah sedikit bila menginginkan barang yang dicari itu karena di sana pedagang menjual berbagai macam dan kita perlu berkeliling untuk memastikan ada yang lebih bagus lagi barang yang kita incar.

Masalah harga memang menjadi pegangan penting di Sukawati. Contohnya mukena Bali yang harganya di Pusat oleh-oleh Arjuna dipatok Rp. 175.000,- di Sukawati bisa dibawa pulang hanya dengan enam puluh ribu rupiah saja. dengan corak dan warna yang nyaris mirip. Lumayan kan?

Jadi, kalau ingin yang lebih miring harganya sudah pasti ke mana kita akan melangkahkan kaki.

Oh ya ini saran penting gak penting…

Kalau sudah mulai tawar menawar harga, perasaan ‘tersinggung’ agak dikesampingkan bila mendapat respon yang kurang menyenangkan dari pedagang. Maklum, mereka lama terbiasa berhadapan dengan orang-orang dari seluruh dunia, jadi kadang bila kita menawar dengan harga ‘Tanah Abang’, mereka akan menganggapnya kita tak tahu pasaran harga.

Nah, dari ketiga pusat oleh-oleh itu, ada kelebihan dan kekurangannya. Mau harga miring tapi harus menawar atau langsung dengan harga yang sudah tetap namun agak merogoh kantong lebih dalam? Tergantung selera bukan?

Meskipun well, ada beberapa yang tak senang bila bepergian dibebani dengan oleh-oleh, tapi saya pribadi kalau memang mampu dan tidak memberatkan, mengapa tidak? Pulang membawa oleh-oleh asal tidak terlalu memberatkan isi kantong. Kadang melihat wajah berseri-seri dari mereka yang kita bawakan oleh-oleh justru menambah semangat untuk…jalan-jalan lagi. setuju?

Silakan komentar

%d bloggers like this: