Tergila-gila Lagu Queen

on

Awanya karena saya mendapat order menerjemahkan sebuah film dokumenter tentang musik. Film yang isinya melulu tentang musik dipadu dengan sedikit drama dari si artisnya sendiri. Sebelumnya saya telah menerjemahkan film dokumenter tentang grup musik Beatles atau artis penyanyi masa kini seperti Lady Gaga atau Britney Spears. Dan ketiganya tidak meninggalkan kesan yang lebih. Namun lain halnya ketika saya menerjemahkan film yang berjudul Mercury Rising-Kebangkitan Mercury. good old daysSeolah ada suatu setruman listrik  yang membuat saya menyukai lagu-lagu yang diperdengarkan di sela-sela film tersebut. Padahal tadinya tak sedikit pun saya menaruh perhatian dengan film ini. Saya mengerjakan hanya karena ini harus dikerjakan. Bahkan saya tak memiliki satu pun koleksi atau pun lagu kesayangan dari grup musik asal Inggris ini. Kalau sekadar dengar-dengar sesaat mungkin pernah seperti lagu  berjudul Bohemian Rhapsody atau We Are Champion atau We Will Rock You. Selebihnya, tak ada referensi sama sekali.

Ibarat mata yang baru terbuka justru setelah menyaksikan kisah Freddie yang meninggal secara tragis akibat penyakit AIDS pada 1991. Mungkin pada tahun itu saya agak kurang peduli. Filmnya sendiri mengisahkan tentang vokalis flamboyan dari grup musik Queen, Freddy Mercury, peran sertanya di grup hingga sepak terjangnya sebagai manusia panggung. Cukup mengesankan karena ia dan ketiga rekannya adalah orang-orang yang berpendidikan dan berbakat sekali terutama Brian May yang piawai dan kalem saat memainkan gitar. Kalau diingat-ingat, lagu-lagu Queen ternyata sangat familiar di telinga  saya semasa saya sekolah dulu namun karena ada unsur rock, mungkin pada saat itu saya belum terbiasa mendengarnya. Pada saat mendengarnya lagi, judul-judul seperti Don’t Stop Me Now, Killer Queen, Another One Bites The Dust, Crazy Little Thing Called Love, yang tadinya asing, kini terdengar sangat enak untuk didendangkan bahkan terngiang-ngiang terus. Betapa dahsyatnya. Benar-benar membuat merinding. 🙂

Padahal lagu-lagu itu rilis sekitar tahun 70 hingga 80-an tapi mengapa sekarang saya mendengarnya terasa lebih baik ya? Mungkin karena saya suka dengan intro dan suara Fredie yang khas.  Well, memang dikatakan tergila-gila juga tidak, tapi setelah pekerjaan menerjemahkan selesai, saya ternyata masih menyukai lagu-lagunya, mencari liriknya, menonton aksi mereka lewat YouTube dan ingin tahu personil masing-masing. Ah, kalau berangan-angan seandainya saat Queen masih jaya sebagai grup band rock dengan formasi lengkap dan mengunjungi Jakarta, pasti saya akan bela-belain menonton. 😀

Don’t Stop Me Now

Tonight I’m gonna have myself a real good time
I feel alive and the world it’s turning inside out Yeah!
I’m floating around in ecstasy
So don’t stop me now don’t stop me
‘Cause I’m having a good time having a good time

Silakan komentar