The American

on

Ini film yang belum lama beredar di bioskop ibukota namun hanya dalam waktu dua bulan saja saya sudah bisa menyaksikannya lewat TV kabel. Bahkan bisa berulang-ulang. Memang tadinya saya benar-benar ingin menonton aksi George Clooney di bioskop tapi karena kesibukan maka melayanglah keinginan itu plus waktu tayangannya ternyata cuma sebentar. Tidak sampai dua minggu saja film ini sudah turun balihonya. Rupanya kalah jauh dengan film box office lain. Sebelumnya saya memang telah membaca ulasan lain tentang film ini, tapi takkan saya biarkan diri ini terpengaruh oleh resensi.

George Clooney berperan sebagai seorang pembunuh bayaran dan ahli dalam merakit senjata bernama Jack. Dalam tugas terakhirnya sebelum pensiun ia dibebankan untuk  membuat senjata pesanan yang khusus dirakit olehnya. Selama persembunyiannya di sebuah kota yang indah di Italia bernama Castel del Monte, Jack membangun pertemanan dengan beberapa individu dari mulai montir, pendeta, pemilik bar langganannya dan seorang pelacur yang akhirnya membuat Jack jatuh cinta dan semakin bertekad untuk segera berhenti dari pekerjaan sebagai pembunuh.

Beberapa ada yang bilang film ini membosankan, lamban, dan irit kata-kata. Tapi yang saya saksikan justru sebaliknya. Film ini sangat khas Eropa, dimulai dengan lansekap kota sebagai settingnya yang bagi saya sangat unik. Lokasinya yang bak labirin, bertegel, berputar-putar antara tempat yang satu dengan lainnya menjadikan film ini lain dengan gaya film yang sering ditampilkan Hollywood. Demikian juga dengan dialognya, tak perlu ada tutur kata yang mubazir bila memang tak seharusnya diucapkan. Jack selalu bekerja sendirian tak perlu ada asisten atau teman yang membantunya, otomatis tak ada kata yang mesti dikeluarkan. Jack digambarkan bekerja dalam hening, metodis dan paham sekali apa yang harus ia lakukan. Terutama adegan saat ia merakit senjata. Saya terus terang saja terkesima dengan gaya seorang pembunuh yang merakit senjata dari mulai besi-besi yang terlepas hingga menjadi sebuah senapan yang utuh lengkap dengan peredam suaranya.

Satu lagi yang menurut saya The American khas film Eropa adalah tak perlu banyak aktor aktris yang mendukung film ini. Saya hitung hanya Jack, pelacur, pendeta, pemesan senjata dan pembunuh Jack  yang muncul di film ini berulang-ulang. Para pendukung ini pun menurut saya termasuk tak banyak bicara sehingga kurang bisa diketahui kedalaman emosinya.

Secara keseluruhan  film ini menarik dan unik. Saya menyukai tema dan jenis film begini. Ringkas dan alur ceritanya tetap paralel dengan keadaan masa kini. Saya tak menemukan kelambanan atau kebosanan di film ini. Sebaliknya film ini alurnya tak terduga pada akhirnya. Dan saya menikmati kediaman, kemisteriusan, kestabilan emosi dan gaya aktor George Clooney (Aktor favorit saya) dalam memerankannya. Awesome. 🙂

Silakan komentar