The Grand Budapest Hotel: Hotel Antah Berantah

budap3Setelah sekian lama menanti-nanti akhirnya bisa juga menonton film racikan Wes Anderson. Film luar biasa ini memang seingat saya tak masuk bioskop 21 dan ini patut disayangkan karena selain didukung oleh aktor dan aktris berkelas semua  diantaranya Ralp Fiennes Bill Murray, Edward Norton, Jude Law, Adrien Brody, Tilda Swinton dan masih banyak lagi, suguhan gambar-gambarnya pun sangat indah dan apik.  Hotel fiksi yang berdiri di puncak gunung Alpen di sebuah wilayah fiksi bernama Republic of Zubrowka ini sungguh sebuah hotel idaman untuk menginap atau menyepi.  Di depan hotel akan berdiri seorang concierge  senior kawakan yang menyambut para tamu, Gustave (Ralph Fiennes) dengan asistennya yang cekatan Zero alias Lobby boy (Tony Revolory).

Dengan berbagai petualangan yang mendebarkan, memikat sekaligus mengundang senyum, pasangan Gustave dan Zero selalu tampil bersama dalam upaya membuktikan bahwa Gustave tak bersalah saat bermaksud mencopot lukisan Boy With Apple dan membawa lari karena lukisan itu memang diwariskan Madam D ( Tilda Swinton) untuk Gustave  yang jelas saja peristiwa ini memancing kebencian anak-anak Madam D. Pelarian Gustave memang berakhir di penjara namun sebelum itu ia telah membuat perjanjian dengan asistennya. Perjanjian yang kelak menjadikan The Grand Budapest Hotel jatuh ke tangan seorang Lobby boy, Zero.

salah satu adegan favorit dan mengundang senyum
salah satu adegan favorit dan mengundang senyum

Kisah di atas  diceritakan secara kilas balik. Diawali  dari seorang penulis muda Author ( Jude Law) yang  bertemu dengan pemilik hotel Tn. Moustafa ( F. Murray Abraham ) itu sendiri dan menceritakan secara kilas balik lagi pertemuannya dengan Gustave. Biasanya bila diceritakan secara kilas balik lalu kilas balik sekali lagi kita pasti akan merasa kesulitan merangkai benang merah atau kebingungan. Namun kali ini tidak, ini sebenarnya adalah kisah tentang Tn. Moustafa dengan mentornya , Gustave. Hubungan keduanya serta kebersamaan yang dilalui hampir selama 50 tahun mampu mengubah pandangan hidup keduanya. Plotnya mulai bergerak justru saat mengetahui Madam D tiba-tiba  meninggal. Sosok Gustave bagus sekali dimainkan oleh seorang Ralph Fiennes. Karakternya mirip tokoh dalam novel Oscar Wilde. Flamboyan, pandai mengambil hati,  dan jenaka. Kendati film ini ditaburi sederet aktor dan aktris kesemuanya saling berhubungan dan justru tidak dikesampingkan. Ada porsi masing-masing yang dijalankan dan setiap tindakan, petualangan yang melibatkan semuanya  akan selalu berakhir dan kembali lagi ke The Grand Budapest Hotel.

Secara visual film ini menarik dan lain dari yang lain. Unik dengan humor yang aneh adalah perpaduan yang janggal namun sukses  membuat penonton tidak menyadari eksekusi yang bagaimana yang akan menjadi akhir filmnya.

Patut disayangkan tokoh yang memancing kelucuan semisal Bill Murray, Owen Wilson dan Jason Schwartzman hanya muncul sedikit saja (tapi penting).

Kesimpulannya  film ini bagus, mengesankan dan  serasa ingin ditonton lagi 🙂

0 Comments Add yours

Silakan komentar