ulasan film

#OscarWarm: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri Adalah Potret Kita Semua

March 1, 2018

Suatu hari seorang wanita paruh baya mengamati tiga papan reklame yang tak terurus dalam perjalanan pulang yang sepi. Ia merasa mendapatkan ide untuk memasang iklan di papan reklame itu.

My daughter Angela was murdered 7 months ago, it seems to me the police department is too busy torturing black folk to solve actual crimes.

Setelah sekian lama menanti kabar pengungkapan kasus putrinya yang diperkosa dan dibakar, Mildred akhirnya menantang aparat untuk mencari pelakunya melalui pemasangan tiga papan iklan super besar dan menyolok. Tentu saja tindakannya membuat aparat seperti kebakaran jenggot.

Sekilas tak ada yang aneh dari adegan tersebut. Alur cerita terus bergulir dan sampailah kita pada pokok permasalahan yang menimpa wanita bernama Mildred Hayes ini.  Diperankan dengan baik oleh Frances Mc Dormand, sosok wanita yang tangguh, kuat, dan bernyali ini seakan menjadi wakil tersisih dari berbagai kasus kejahatan yang ditangani kepolisian di negara bagian AS, Missouri.

Kota yang tenang berubah menjadi panas akibat ulah Mildred.

Menonton film ini tak perlu berpikir rumit karena alur ceritanya sangat mudah diikuti berkat kepiawaian Martin McDonagh dalam memadu gambar ditunjang skenario yang apik serta dibantu Jon Gregory untuk editing filmnya. Apalagi dengan akhir kisah yang cukup melegakan. Dibalik tema yang terlihat sederhana ini justru tersirat pesan cukup kuat bagi kita yang hidup sebagai warga yang kadang untuk suatu urusan kerap tak ditindaklanjuti dengan baik oleh petinggi meskipun tidak semua berperilaku seperti itu.

Film Three Billboards Outside Ebbing Missouri ( TBOEM) diam-diam istimewa karena jika dilihat dari jalan ceritanya yang biasa saja, sebenarnya ada akting para pemainnya yang brilian. Frances McDormand adalah sosok paling menonjol untuk tidak diabaikan begitu saja karena dari dirinya segala persoalan menyebar dan membuat kota kecil itu menjadi lebih gaduh. Sebegitu pentingnya seorang Mildred, sampai-sampai Kapten Willoughby perlu turun tangan langsung untuk memberi penjelasan meskipun akhirnya kandas akibat penyakit kanker yang dideritanya.

Sebagai film yang bergenre komedi hitam, selain dialog yang sinis dan satire, munculnya tokoh orang cebol bernama James ( Peter Dinklage) yang mengajak kencan Mildred adalah sesuatu yang lucu sekaligus absurd.

Saya menikmati sekali tontonan ini. Di luar umpatan kasar yang kerap terlontar di sepanjang film, TBOEM ini sangat hidup karena ternyata ada titik balik yang dijalani oleh Dixon dan mendorongnya untuk kembali menjadi seorang anggota polisi yang mengabdi dan melayani masyarakat.

Ada problema dan rentetan kejadian yang seakan sekadar biasa saja, tapi sebenarnya layak untuk direnungkan bahwa betapapun terlihat cuek, sangar dan gagahnya penampilan Mildred, sebenarnya perasaan dirinya sama seperti ibu-ibu lainnya yang sedih akibat ditinggal mati putrinya. Penyesalan selalu datang belakangan dan kesedihan seolah selalu menyertai bila tiba kembali ke rumah.

Atau Dixon yang selalu semena-mena dalam menjalankan tugasnya namun sikapnya berbalik menjadi lebih baik karena menerima secarik surat dari Willoughby yang lebih memilih bunuh diri ketimbang menuntaskan kasus Mildred.

Penggalan adegan yang khusus itu memberi ruang pribadi yang mudah tersentuh dan berempati bagi yang menonton. Akting yang bagus tak lupa disematkan pada Frances yang stabil dalam menjalankan peran ibu yang putus asa namun berani ini.

Tak perlu penonton disuguhi hingga akhir adegan secara gamblang bila sudah sama-sama diketahui jika di akhir film ini kelegaan akan tertangkapnya si pelaku menjadi katarsis seiring dengan senyuman Mildred ketika berkendara bersama Dixon.

Film TBOEM tak hanya menyoal tentang hubungan perilaku antar warga sebuah kota namun lebih dari itu. Peran aparat yang seharusnya mengayomi warga dan mau mendengar serta memberi penjelasan adalah dambaan bagi kita semua yang pada saat ini (sepertinya) belum merasakan secara menyeluruh ‘penjelasan’ dari petinggi maupun aparat atas berbagai kasus.

Oh ya, Three Billboards Outside Ebbing, Missoury ini meraih nominasi Oscar 2018 untuk Skenario Asli,  Pemeran Wanita, Pemeran Pembantu Pria, Editing, dan Musik (Original Score).

Yang manakah yang akan lolos?

Silakan komentar

%d bloggers like this: