Uniknya Hotel Kutabex Beach Front Bali

Liburan ke Bali adalah suatu angan-angan yang melampaui pikiran bahkan yang paling absurd sekalipun. Namun ketika ada tawaran untuk menghabiskan 3 hari 2 malam di sana, mengapa tidak mengiyakan saja dan merelakan alam pikiran ini dibawa ke hangatnya pasir pantai Muaya dan sejuknya Ulun danu Bratan sejenak?

Persiapan cukup ala kadarnya saja mengingat ini hanya liburan yang walaupun sesaat namun cukup penting untuk menyegarkan pikiran. Jujur saja, setelah berlalu beberapa tahun, baru kali ini saya akan kembali menginjakkan kaki ke tanah pulau dewata ini.  Tentu saja akan banyak kemajuan dan perubahan di seputar pariwisatanya . Dan saya sangat penasaran dengan ikon pariwisatanya seperti Tanah Lot  yang sudah mendunia itu. Apa kabarnya sekarang?

Baiklah, perjalanan menuju ke sana cukup lancar, saya dan teman-teman menumpang Air Asia yang berangkat cukup pagi  yakni pukul 05.20 wib. Ini penerbangan yang penuh keterpaksaan karena sebagian besar penumpangnya terpaksa harus berangkat dini hari  dan kalau perlu tidak tidur malam agar tidak ketinggalan pesawat. Saya sendiri harus bersiap sejak pukul 02.00 dini hari agar sampai di bandara tidak terlalu mepet dengan antrean check-in dan boarding.

Pertama kali

Naik pesawat adalah pengalaman yang sangat menakjubkan, apalagi bila baru pertama kalinya. Ada sensasi tertentu manakala pesawat mulai lepas landas dan sesudahnya mengudara dengan stabil hingga landing di bandara tujuan. Sama seperti halnya pikiran  jutaan orang yang belum pernah naik pesawat, pada awalnya ada rasa ngeri dan khawatir dengan kondisi naik pesawat itu. Apakah nyaman atau tidak. apakah  akan  menjadi momok menakutkan atau tidak, atau justru menjadi pengalaman yang mendebarkan sekaligus menyenangkan? Saya pribadi memilih yang terakhir. Ingatlah selalu untuk berdoa, itu saja kuncinya.

Dengan menatap wajah penumpang lainnya yang nampak rileks dan tenang, akhirnya saya pun ikut tenang pula. Plus, di kanan-kiri, depan-belakang, duduk teman-teman saya yang terlihat excited dalam perjalanan kali ini. Mereka saja terlihat senang, tentunya saya juga ‘kan? 🙂

Sampai di Bali

Menghirup hawa di pulau ini seakan memberi kesegaran yang unik karena kita akan selalu disuguhi lalu lalang warga lokal dan asing bercampur baur dalam suatu interaksi yang cair di manapun. Tak ada gap, dan semua berjalan dalam suasana yang santai. Suatu pemandangan yang makin menegaskan bahwa pulau ini memang telah  siap lama untuk menjadi destinasi wisata yang ideal.

Hotel yang Unik

Saya menginap di hotel Kutabex Beach Front yang berlokasi di daerah Kuta. Tempatnya sangat strategis dan hanya sepelemparan batu saja dengan pantai Kuta di seberangnya. Menjanjikan suasana yang asyik untuk menatap sunrise atau sunset langsung dari rooftop hotel atau sekadar jalan kaki untuk merasakan kaki ini menapaki pasir kecoklatan di pantai Kuta.

Pantai Kuta di balik pepohonan

Pertama kali menatap hotel ini, kesan yang didapat adalah unik sekali bangunannya. Arsitekturnya lain dari yang lain, bagian depan  membentuk semacam sarang yang memiliki relung-relung  melengkung dengan panel-panel tinggi yang  mencuat ke atas. Dari sekian hotel yang berjejer, Kutabex ini nampak menonjol karena ciri khas bangunannya.

Kiri kanan hotel penuh berjejalan dengan bangunan-bangunan yang dirancang dengan sentuhan modern maupun artistik khas kelas dunia seperti hotel Hard Rock, kafe-kafe temaram semisal Starbuck, Hard rock Cafe,  butik,  bahkan mal keren seperti Beach Mall yang seakan disiapkan untuk para turis manca negara semata. Jangan berharap kita bisa mendapatkan warung makanan yang sesuai dengan selera penduduk pulau Jawa. Satu-satunya yang bisa berkompromi dengan perut Melayu adalah jajan di McD, Wendy’s. KFC atau masakan Padang.  Selain harga yang mahal, di daerah ini memang diperuntukkan untuk warga asing jadi jangan berharap terlalu banyak untuk berburu kuliner Bali di sini.

Oh ya kamar hotel Kutabex  yang saya tempati ini standar dengan dua ranjang, dilengkapi wi-fi, kabel TV  dan sudah termasuk sarapan pagi . Cukup nyaman dan tidak terlalu besar atau sempit. Kamar mandinya lebar dan menyediakan air panas dan dingin yang bisa kita atur sesukanya. Lalu wastafelnya  juga sangat besar. Saya puas dengan kamar ini karena kamar di teman-teman saya justru ada yang tidak dilengkapi wastafel atau sempit akibat terlalu lebar kamar mandinya  atau memang tipenya berbeda-beda.

Sarapan pagi

 

Hotel ini menurut saya unik karena untuk mencapai kamar kita justru harus….turun ke bawah! Dan bukan naik ke atas. Mengapa? Karena hotel ini hanya memiliki 4 lantai saja. Entah karena adanya Perda Kelapa yang mensyaratkan bangunan tak boleh lebih dari 15 meter atau memang ada alasan lain, namun yang pasti kalau kita masuk lift, tombol yang tersedia hanya G (Ground), LG (Lower Ground) dan lantai 4  yang langsung menuju ke The Seven Rooftop Bar  serta arena untuk makan sekaligus restoran dan musik hidup.

Keunikan lainnya dari hotel ini adalah tidak akan pernah bisa menatap keluar jendela alias No View! Gimana mau ada jendela lha wong kamarnya berada di bawah tanah. Padahal view cantiknya adalah pantai Kuta 🙂

Tapi mungkin untuk yang memilih kamar sekelas suite tentunya  ada balkon yang langsung menghadap ke pantainya.

Kutabex Bar and Resto setiap malam diisi oleh hingar bingar musik aneka aliran. Malam pertama saya menginap,  suara penyanyi rock melantunkan lagu yang memekakkan dan menambah panas hawa  malam.

Hotel ini memiliki satu kolam renang yang terdapat di rooftop dan  jadi satu dengan arena makan. Meskipun bisa untuk berenang, namun selama 3 hari berada di sini, saya belum pernah melihat pengunjung yang memanfaatkan kolam renangnya.  Mereka cenderung langsung turun ke pantai dan berbasah-basahan di sana. Dan selama menginap, saya agak jarang  berpapasan dengan pelancong bule. Nyaris 90 persen adalah turis lokal, menandakan kalau hotel Kutabex ini sangat ramah di kantong.

Duduk di tepi rooftop dan menatap ke laut lepas pantai Kuta yang sepi ditingkahi angin sepoi-sepoi, atau berenang sembari menyesap minuman jus jambu mungkin akan menjadi pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan saat menginap di sini.

2 Comments Add yours

  1. matureorchid says:

    Nama hotelnya juga unik. Gambarnya kok gak keliatan yaa..

  2. Erna says:

    Coba di refresh lagi 🙂

Silakan komentar