Usai Keriuhan Itu

Selama sebulan ke belakang perasaan hati  selalu tak tenang. Bulan kemarin akan menjadi bulan yang sulit dilupakan dan mungkin menjadi suatu kenangan di kemudian hari. Ini berkaitan dengan berakhirnya kegiatan bekerja yang ada di kantor. Memang sejak lama sudah ada rumor bahwa kantor akan berhenti beroperasi. Hembusan itu kian kencang pasca Lebaran berakhir.

Saya menghadapinya agak bingung dan khawatir seraya bertanya sana-sini apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tak satu pun ada yang valid dan mampu dipercaya. Bukannya memberi pencerahan malah kian hari kian dibikin suasana bak rollercaster. Naik turun, naik turun saja beritanya. Apalagi tak ada yang sifatnya  press realease gitu. Semua serba gelap dan rahasia.

Beberapa hari setelah gonjang-ganjing (pengumuman tutup), barulah pelan-pelan terkuak. Bahwasanya kantor ini sudah tak sanggup menanggung beban produksi yang lebih berat lagi. Kami semua disarankan  oleh pak Direktur ini untuk segera mencari pekerjaan lain, hengkang , dan seterusnya, dan seterusnya.

Setelah itu  semua berlangsung cepat. Tim caretaker menjadi tim tersibuk karena selain menenangkan hati kami para karyawan yang bingung, juga harus mengkoordinir kepindahan status karyawan. Kalau ditanya perasaan hati yang sebenarnya, terus terang saya gundah tiap hendak memasuki ruangan kantor saat itu. Ada perasaan kehilangan karena meskipun baru 3 tahun  di Kembangan serasa sudah melekat di benak setiap sudut dan ruangannya.

Minggu demi minggu selalu penuh kejutan. Beberapa yang sempat saya ingat adalah, meeting pertama kali dengan pak Direktur di hari Senin itu yang justru menjadi acara penjatuhan bom. Lalu jeda beberapa hari meeting lagi dengan tema yang lebih spesifik yakni masalah uang jasa atau uang pisah untuk seluruh karyawan.

Ada kegamangan saat menatap nama sendiri berikut besaran uangnya di daftar karyawan yang diedarkan. Banyak rekan yang tak puas dan menuntut lebih. Saya tak tahu harus memihak yang mana. Pikiran menjadi buntu dan ada perasaan sedih juga. Sementara itu kesimpang siuran makin menjadi-jadi manakala terdengar kabar bahwa kantor akan pindah ke Serpong, Balaraja, atau Cengkareng. Berita-berita seperti ini makin menambah panas suasana. Setiap orang serasa ingin berebut menambah-nambahi dengan bumbu lain agar makin heboh.

Lalu  beberapa hari kemudian datanglah sang investor yang berniat mengambil alih. Menurut saya akibat cara penyampaian pak direktur yang masih samar-samar maka berita-berita itu bergulir tak jelas. Bahkan hal yang paling sensitif semisal uang pisah saja , pak direktur hanya berkata pendek, “Uangnya belum ada”.

Saya mengamati, menonton, dan menanti apa yang menjadi akhir cerita saat itu.

Saat uang pisah dibagikan pun suasana yang tadinya kondusif berubah menjadi ricuh hanya karena ada orang-orang yang mengungkapkan ketidakpuasannya akan besaran uang tsb. Situasi panas itu entah diciptakan entah puncak dari segala kekesalan yang bertumpuk selama berhari-hari, tapi yang jelas kita semua sudah lelah .

Untunglah ada sosok yang mampu memberi sedikit ketenangan dan meredam keresahan . Hal itu memang sangat diperlukan pada saat itu. Sosok ini adalah si investor yang membuka  keran informasi sejelas-jelasnya agar kita semua paham dan tak perlu ada kegamangan lagi.

ruang-tertinggal

Di satu sisi kekisruhan itu sangat merugikan dan menghambat waktu namun di sisi lain bila tak ada kekacauan pasti penjelasan yang dinanti-nanti takkan kunjung datang bukan? Pak investor tak akan muncul dan memberi pencerahan kalau tak ada kehebohan hingga nyaris baku hantam ini. Semua itu ada hikmahnya dan saya bersyukur bisa menjalani proses kericuhan itu dengan baik dan lancar.

gudang

Usai sudah keriuhan yang menyeret saya dalam pemikiran panjang tentang tempat mencari nafkah ini. Saya sedih tapi juga lega karena bisa melewatinya, mengalami bahkan menjadi bagian dari kerumunan orang-orang yang selama tiga tahun terakhir ini telah mengisi hari-hari kerja saya.

 

2 Comments Add yours

  1. matureorchid says:

    Selamat sudah terlewati. Sekarang babak baru.

  2. Erna says:

    Babak baru yang masih jadi pertanyaan juga 🙂

Silakan komentar