Zero Dark Thirty, Jessica Chastain

on

Satu hal yang saya ingin tonton dari film ini adalah, unsur apa yang bisa menjadikan seorang  Jessica Chastain si pemeran Maya, staff CIA ini mampu memenangi berbagai Critics Awards dan terakhir keluar sebagai pemenang Best Actress Motion Picture Drama tahun ini. Apa yang menarik darinya karena terus terang saya baru kali ini mendengar namanya begitu pula wajahnya. Dan setelah menyaksikan aktingnya, memang ada suatu kelebihan yang berbeda darinya.  Entah dari mimik wajah atau akting secara keseluruhan. Ditambah lagi kisah yang ditampilkan dalam film ini menuntutnya untuk tampil sebagai sosok yang tangguh diantara mereka yang didominasi kaum pria. jes

Setelah tragedi pengeboman gedung kembar pada 11 Spetember itu, Amerika terutama  CIA sangat terobsesi untuk menangkap hidup mati dalang peristiwa itu. Maya adalah sosok staf CIA yang selama 10 tahun mencari dan mengejar Osama bin Laden, sang pemimpin Al Qaeda. Adegan demi adegan ditampilkan dengan intensitas yang cepat tanpa menyadari bahwa sebenarnya film ini disutradarai oleh Kathryn Bigelow yang wanita pula. Nampak tak ada bedanya dengan sutradara pria dalam menyuguhkan film bertema agak berbau lelaki. Ini menurut saya satu kelebihan pertama dari film ini. Biasanya, film arahan wanita lebih berkutat ke drama romantis atau keluarga. Namun yang satu ini berbeda. Ada hegemoni lelaki dalam setiap ruang  pembicaraan. Takkan dijumpai pembicaraan dari hati ke hati, yang ada hanya penyiksaan para kaki tangan Al Qaeda, pembicaraan tentang cara pelacakan dan perburuan yang tiada henti selama bertahun-tahun. Dan Maya, meski wanita, ia tidak diremehkan kemampuannya dalam menganalisis dan menyelidiki keberadaan Osama Bin Laden.  Ada satu adegan saat para pejabat lain telah mulai menemukan persembunyian Osama dan ingin menunjukkannya pada pimpinan (James Gandolfini), Maya mengoreksinya dan saat pimpinan bertanya, ‘siapa kau?’ Dengan tenang Maya menjawab, ‘Aku si pecundang yang menemukan rumah persembunyian itu.’  Menurut saya kalimat ini sangat telak dan tentu saja membuat semua pria terdiam. Usai pertemuan, pimpinan bertanya pada Jeremy (John Barrowman), ‘Menurutmu ia bagaimana?’  Dan dijawab, “Ia pintar”. “Kita semua di sini pintar”.

Selain dialog yang seolah bersayap, adegan pelacakan adalah hal yang menarik. Jangan berharap Anda akan menemui sosok Osama bin Laden berdialog karena film ini lebih mengetengahkan perburuan selama satu dekade. Sang pimpinan Al Qaeda hanya akan ditemui dalam wujud yang sudah terbujur kaku akibat penggrebekan dan penembakan Seal Team Six, tim yang diterjunkan untuk menangkap Osama Bin Laden.

Akhir kata, Maya benar-benar telah bekerja keras dan upayanya terbayar dengan menjadi satu-satunya penumpang dalam pesawat yang mengantarnya pulang. Begitu saja.

0 Comments Add yours

  1. matureorchid says:

    Baru nonton separo,kayaknya kok jalan ceritanya lambat.

  2. erna maryoto says:

    kalo sampai di tengah kesannya lamban, tunggu sampai selesai deh

Silakan komentar